April 22nd, 2010 by STH

Lumpur Lapindo @ Australia

Tidak ada bencana lain di dunia yang telah menggemparkan dunia dan menimbulkan kontroversi yang begitu rumit sebagaimana yang telah terjadi ketika terjadi peistiwa alam “LUSI”, Lumpur Sidoarjo

Lapindo mud max poster

LintasCafe – Pemutaran perdana film dokumenter Mud Max: Investigative Documentary-Sidoarjo Mud Volcano Disaster (“Mud Max: Dokumenter Investigatif – Bencana Luapan Lumpur Sidoarjo”) diawali di Amerika Serikat dan langsung disusul oleh pemutaran perdananya untuk kawasan Asia Pasifik yang akan ditayangkan di Museum Seni Kontemporer Sydney, Australia pada tanggal 13 Februari 2010 yang lalu.

Dokumenter yang diproduksi selama dua setengah tahun oleh Immodicus SA merupakan hasil kerjasamanya dengan Universitas Arizona State, School of Earth and Space Exploration. “Mud Max” meneliti bencana letusan lahar lumpur pada bulan Mei 2006 di Sidoarjo, Jawa Timur yang dikenal dengan LUSI. Film ini juga meneropong kehancuran ekonomi, sosial dan politik yang turut gempar akibatnya. Di zaman sejarah modern seperti sekarang ini jarang sekali terjadi peristiwa geofisik yang mencetuskan begitu banyak kontroversi maupun analisis serta opini cendikiawan yang terpolarisasi akibat suatu peristiwa alam seperti ini.

Dalam pembuatan “Mud Max”, para peneliti menggali analisis dan opini para ahli geologi, ahli pemboran dan ilmuwan lainnya yang mengeksplorasi segala sudut fakta dari peristiwa tragis yang hingga kini masih berlangsung, termasuk konsekuensi ilmiah, ekonomis dan kemanusiaan yang ditimbulkannya.

Kendati sejumlah ilmuwan dari berbagai penjuru dunia menyakini penyebab lahar lumpur LUSI adalah gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta dua hari sebelumnya, ada juga yang menyalahkan kegiatan pemboran sumur gas alam di dekat lokasi luapan lumpur sebagai penyebabnya.

“Tujuan pembuatan “Mud Max” adalah untuk menunjukkan fakta-fakta dari semua sisi dan membiarkan penonton memutuskan apa yang sebenarnya menyebabkan terjadinya letusan lumpur tersebut. Kami juga ingin membuat sebuah dokumenter yang mewakili kegetiran yang harus dihadapi warga Indonesia sebagai penududk yang tinggal di kawasan paling banyak gunung merapi di dunia,” begitu penjelasan sutradara documenter, Gary Hayes.

Bukti Baru
Walaupun berbagai cara telah diupayakan untuk menghindari ranjau-ranjau politik yang mengintari investigasi resmi menyangkut letusan ini, namun melalui proses pencarian fakta para peneliti Mud Max telah menemukan dokumen-dokumen yang dapat menunjukkan adanya upaya yang berusaha mengecohkan arah berlangsungnya penelitian.
Pada awalnya kesalahan hanya ditunjukkan ke perusahaan pemboran Lapindo Brantas melalui surat yang “dibocorkan” ke Jakarta Post oleh mitra usaha Lapindo, PT. Medco Energi. Dalam surat tersebut, Medco menyatakan Lapindo lalai karena tidak menggunakan casing baja pada bagian tertentu di lubang sumur sehingga menyebabkan terjadinya luapan tersebut, dan bahwa Medco sudah mewanti-wanti Lapindo akan konsekuensi yang dapat terjadi. Namun Mud Max juga menyingkap notulen rapat para pemegang saham yang berkumpul 11 hari sebelum terjadi letusan dimana ketiga pemegang saham, Lapindo Brantas, Medco Energi dan Santos semua sepakat bahwa casing tidak dibutuhkan pada kedalaman 8500 kaki. Dan adalah tuduhan Medco mengenai masalah casing itulah yang menjadi penyulut anggapan bahwa LUSI disebabkan oleh pemboran.

Di itu samping para produser menemukan sebuah dokumen berupa ringkasan laporan penelitian yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2006 oleh pemerintah Indonesia yang menunjuk sebuah tim investigasi independen untuk meneliti luapan lumpur Sidoarjo. Dokumen ini menyatakan bahwa metoda pemboran yang dilakukan di lokasi pemboran Banjar Panji-1 telah berlangsung dengan “wajar”, “benar”, dan “dapat dipertanggungjawabkan”. Apa yang menjadi kontroversi adalah, tak lama setelah mengeluarkan laporan tersebut, pimpinan tim investigasi, Dr. Rudi Rubiandini, berbalik menyalahi penemuan tim investigasinya sendiri.

Setelah pemutaran perdana dokumenter tersebut di Museum Seni Kontemporer, para ahli dari Universitas Arizona State (ASU) – School of Earth and Space Exploration akan menjadi tuan rumah bagi simposium mengenai isu ini dan akan dihadiri oleh ilmuwan terkemuka dari Universitas Oslo, Universitas New South Wales dan Universitas Nasional Australia.

Latar Belakang LUSI
Tidak ada bencana lain di dunia yang telah menggemparkan dunia dan menimbulkan kontroversi yang begitu rumit sebagaimana yang telah terjadi ketika terjadi peistiwa alam “LUSI”, Lumpur Sidoarjo; lahar lumpur yang meletus di Sidoarjo – Jawa Timur, Indonesia tiba-tiba menyemburkan lumpur pada tanggal 29 Mei 2006. LUSI merupakan bencana yang sangat unik; lumpur panas, yang pada awalnya mulai dimuntahkan bumi sesaat setelah guncangan gempa yang hebat, hingga kini masih mengeluarkan lumpur sebanyak 1500 kubik meter per hari. Tidak kurang dari 40.000 penduduk yang tinggal di kawasan itu kehilangan tempat tinggal, harta benda, pencaharian dan bahkan nyawanya. Desa demi desa tertutup, dibanjiri lumpur, infrastruktur hancur dan reputasi tak dapat kembali.

Hanya sedikit yang diketahui secara ilmiah mengenai LUSI, mulai dari penyebab, sifat, sumber dan arah yang akan ia lalui. Penelitian dan investigasi yang lebih komprehensif perlu dilakukan guna menemukan solusi bagaimana menyelesaikan salah satu masalah yang berlangsung begitu lama dan begitu kontroversial sepanjang sejarah Indonesia.(STH)

Hal: 1 2 3
Newer: Older:

Forum LintasCafe

Live information from Forum LintasCafe

Catat! WNI Bebas Visa Kunjungan ke Jepang Mulai 1 Desember Tuesday, 30 September 2014, 9:26 pm

Catat! WNI Bebas Visa Kunjungan ke Jepang Mulai 1 Desember[html]Buat Anda yang senang melancong ke Jepang, kini tak perlu khawatir...

Source: Forum LintasCafe Forum LintasCafe |

KPK Minta Jokowi Prioritaskan Isu Pertanahan dan Sumber Daya Alam Tuesday, 30 September 2014, 9:10 pm

KPK Minta Jokowi Prioritaskan Isu Pertanahan dan Sumber Daya Alam[html]Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan sektor sum...

Source: Forum LintasCafe Forum LintasCafe |

Wamenkum HAM: Kegentingan Perpu Adalah Subjektif Presiden Tuesday, 30 September 2014, 8:51 pm

Wamenkum HAM: Kegentingan Perpu Adalah Subjektif Presiden[html]Beberapa pihak menilai rencana Presiden SBY membuat Perpu me...

Source: Forum LintasCafe Forum LintasCafe |

Jelang Idul Adha, Masih Ada Penjual Kambing Tak Layak Kurban di Semarang Tuesday, 30 September 2014, 8:26 pm

Jelang Idul Adha, Masih Ada Penjual Kambing Tak Layak Kurban di Semarang[html]Jelang Hari Raya Idul Adha 1435 H, Dinas Pertani...

Source: Forum LintasCafe Forum LintasCafe |

Menteri KIB yang Jadi Anggota DPR Sudah Mundur, Pengganti dari Wamen atau Menko Tuesday, 30 September 2014, 7:56 pm

Menteri KIB yang Jadi Anggota DPR Sudah Mundur, Pengganti dari Wamen atau Menko[html]Pihak Istana sudah memastikan seluru...

Source: Forum LintasCafe Forum LintasCafe |


comments powered by Disqus