May 10th, 2010 by STH

Kontrol Asma di Monas

ShareLintasBerita Delicious delicious! submit to redditreddit!

Seringkali anggota keluarga, sahabat, atau bahkan Anda sendiri mengalami gangguan asma yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari – hari baik kegiatan di siang hari ataupun ketika beristirahat di malam hari.

PresKon Asthma Control Test

LintasCafe – Yayasan Asma Indonesia, Dewan Asma Indonesia, dan didukung oleh GlaxoSmithKline Indonesia memperingati Hari Asma Dunia 2010 di Monas, Minggu (9/5), yang merupakan program inisiatif dari Global Initative for Asthma (GINA) yang bekerjasama dengan health care groups dan asthma educaters untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan asma dan meningkatkan kepedulian terhadap asma di seluruh dunia. Kegiatan yang tepat dirayakan serentak di seluruh negara pada setiap hari Selasa pada Minggu pertama bulan Mei (tahun ini Hari Asma Dunia dirayakan hari Selasa, 4 Mei 2010). Rangkaian kegiatan meliputi beberapa kegiatan yaitu Senam Asma Indonesia bersama, Pemeriksaan Kontrol Asma dengan Asthma Control Test atau yang disebut dengan ACT dan memecahkan rekor MURI untuk Penilan Asthma Control Test dengan Peserta Terbanyak.

Seringkali anggota keluarga, sahabat, atau bahkan Anda sendiri mengalami gangguan asma yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari – hari baik kegiatan di siang hari ataupun ketika beristirahat di malam hari.

Prof.dr. Faisal Yunus,Ph.D, Sp.P(K),  Ketua Dewan Asma Indonesia menegaskan, “Masih banyak penyandang asma dan masyarakat belum mengetahui Kontrol Asma yang tepat dan benar karena adanya perbedaan persepsi penyandang asma dengan dokter mengenai pengobatan Kontrol Asma. Persepsi di mana penyandang asma menyatakan asmanya terkontrol apabila tidak ada serangan asma. Padahal Kontrol Asma merupakan penatalaksanaan asma yaitu penyandang asma menjalankan pengobatan jangka panjang untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. “

Berdasarkan hasil penelitan oleh ahli asma di Asia Pasifik dalam studi Asthma Insight & Reality in Asia Pasific (AIRIAP 2)  tahun 2007, 64 % dari 400 orang penyandang asma di Indonesia tidak terkontrol.Hal ini disebabkan karena kurangnya edukasi mengenai Kontrol Asma yang sebenarnya kepada penyandang asma dan juga masyarakat pada umumnya. Pada dasarnya Kontrol Asma dapat dilakukan oleh siapa saja dan dapat dilakukan secara rutin mengontrol tingkat asma. Sayangnya, secara keseluruhan hanya 2 % dari 4,805 penyandang   di kawasan Asia Pasifik yang mengikuti studi yang masuk dalam kategori asma yang terkontrol.

Berdasarkan riset ternyata konsep penatalaksanaan asma masih berupa penanganan dalam mengobati gejala asma dan serangan asma padahal seharusnya penyandang menerapkan konsep Kontrol Asma yaitu melakukan pencegahan asma datang menyerang atau bisa saja dapat dihilangkan.

Berdasarkan dari Global Strategy for Asthma Management and Prevention GINA- Global Initiative for Asthma (2009), seorang penyandang asma dikatakan terkontrol apabila memiliki 6 kriteria ;

  • Tidak atau jarang mengalami gejala asma
  • Tidak pernah terbangun di malam hari karena asma
  • Tidak pernah atau jarang menggunakan obat pelega
  • Dapat melakukan aktivitas dan latihan secara normal
  • Hasil tes fungsi paru – paru (PEF and FEV1) normal atau mendekati normal
  • Tidak pernah atau jarang mengalami serangan asma

Kontrol Asma dapat dilakukan dengan cara yang mudah, efektif, dan efisien. Dengan Asthma Control Test yang yang disebut (ACT) merupakan mediasi yang dapat dilakukan oleh penyandang asma untuk mengetahui tingkat atau skor asma penyandang. Asthma Control Test (ACT) dengan nilai atau skor 25 mengkuantifikasi tingkat pencapaian masing – masing kriteria kontrol artinya penyandang sudah mencapai Total Kontrol.

Dra. Retno R. Saman – Ketua Umum I Yayasan Asma Indonesia mengatakan, “Yayasan Asma Indonesia merupakan LSM yang memiliki cabang yang tersebar di seluruh Indonesia di mana di bawahnya terdapat Klub Asma. Tujuan Yayasan Asma Indonesia adalah mendukung dalam mempertahankan asma yang terkontrol salah satunya adalah kegiatan Senam Asma Indonesia.”

“Dalam rangka perayaan Hari Asma Dunia 2010, Yayasan Asma Indonesia bekerjasama dengan Dewan Asma Indonesia dan didukung oleh GlaxoSmithKline Indonesia mengadakan serangkaian kegiatan antara lain talkshow awam di tiga daerah (Makasar, Medan, Surabaya), radio talkshow di mana puncaknya dirayakan pada Hari Minggu, 9 Mei 2010 di Barat Daya, Silang Monas. Kegiatan akan diramaikan oleh Senam Asma Indonesia bersama, Rekor MURI Pengecekan Asthma Control Test (ACT) masal dan parade penerbangan layang – layang sebagai simbol penyandang asma dapat melakukan segala aktivitas dengan bebas asalkan mengontrol asma,” tambah Dra. Retno R. Saman.

Hari Asma Dunia merupakan program inisiatif dari Global Initative for Asthma (GINA) yang bekerjasama dengan health care groups dan asthma educaters untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan asma dan meningkatkan kepedulian terhadap asma di seluruh dunia. Kegiatan yang tepat dirayakan serentak di seluruh negara pada setiap hari Selasa pada Minggu pertama bulan Mei ini dimanfaatkan oleh Yayasan Asma Indonesia, Dewan Asma Indonesia serta didukung oleh GlaxoSmithKline Indonesia untuk menyebarkan informasi edukatif mengenai asma.

Dr.Royke – Medical Manager GlaxoSmithKline Indonesia mengatakan, “Sesuai dengan tema Hari Asma Dunia tahun 2010, yaitu “You Can Control Your Asthma” GlaxoSmithKline Indonesia berinisiatif dalam upaya memberikan informasi asma yang tepat dengan meluncurkan kampanye ACT NOW: Kontrol Asmamu! salah satunya adalah website www.bebas-asma.com , website ini sedang dipersiapkan oleh kami di mana penyandang asma dan masyarakat umum bisa mengakses informasi mengenai asma.

Pada website tersedia form penilaian Asthma Kontrol Test (ACT) – 25 akan tersedia secara gratis dan dapat digunakan sebagai mediasi untuk mengetahui tingkat asma serta mediasi penyandang ketika berkonsultasi dengan dokter.

Rangkaian kegiatan Hari Asma Dunia atas gagasan Yayasan Asma Indonesia dan Dewan Asma Indonesia  beserta GlaxoSmithKline Indonesia memiliki rangkaian kegiatan Senam Asma Indonesia bersama, Rekor MURI pengecekan Asthma Control Test (ACT) masal dan parade penerbangan layang – layang sebagai simbol penyandang asma dapat melakukan segala aktivitas dengan bebas asalkan mengontrol asma. (STH)

Related Article

Newer: Older:

Forum LintasCafe Yang Terbaru di Forum LintasCafe

Popok Kotor Paksa Daratkan Qantas Sunday, 5 February 2012, 9:29 am

[WTSELL] Aneka Alat Bantu Pasutri Harga Terjangkau 08170292912 Sunday, 5 February 2012, 9:03 am

Gebrakan Van Halen di Henson Studios Bawakan Tiga Lagu Baru Sunday, 5 February 2012, 9:00 am

[WTSELL] Pelangsing Badan 08170292912 Sunday, 5 February 2012, 8:37 am

Ward Pastikan Keluar dan Tanggapan Black Sabbath (video) Sunday, 5 February 2012, 8:28 am

[WTSELL] Fashion Wanita Lengkap dan Murah Sunday, 5 February 2012, 2:25 am

Kerjasama PUMA dan BMW Motorsport Saturday, 4 February 2012, 9:28 pm

Daftar Nominator Piala OSCAR 2012 Saturday, 4 February 2012, 9:28 pm

Baju dan Cincin Kawin Saat Terbunuh Muammar Qaddafi Dilelang Saturday, 4 February 2012, 8:43 pm

Sanksi Pelecehan: Mandikan Mayat ! Saturday, 4 February 2012, 8:43 pm

Black Sabbath Terancam Batal Konser Reuni Lantaran Drummer Cabut Saturday, 4 February 2012, 5:43 pm

GI Joe Retaliation, Laga Penuh Bintang Saturday, 4 February 2012, 5:17 pm

The Chronicles of Riddick 3 Dead Man Stalking, Kacamata dan Baju Perang Baru Saturday, 4 February 2012, 5:04 pm

[WTSELL] Obat Alami Kanker Serviks Saturday, 4 February 2012, 4:05 pm

UNDERWORLD Awakening, Perang Besar Legenda Lycan vs Vampir Saturday, 4 February 2012, 2:39 pm


comments powered by Disqus