August 19th, 2012 by dian

Berikut Tipe Golongan Darah yang Berisiko Mengalami Masalah Jantung

Hal tersebut untuk melihat bagaimana tipe darah bisa mempengaruhi risiko penyakit jantung. Hasilnya diketahui, seseorang yang memiliki tipe darah AB, presentase terkena penyakit jantugnya sebesar 23 persen. Sementara tipe darah B, sebesar 11 persen.

Ilustrasi

Ilustrasi

LintasCafe – Penyakit jantung diketahui disebabkan oleh antara lain, merokok, tak menjaga pola makan, obesitas dan genetik. Dan kini yang perlu Anda ketahui adalah bahwa faktor yang bisa membuat seseorang berisiko mengalami masalah jantung adalah tipe (golongan) darah.

Menurut penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, orang dengan tipe darah A, B dan AB memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan orang dengan tipe darah O. Orang dengan tipe darah AB, diketahui memiliki risiko yang paling tinggi.

“Tipe darah tak bisa diubah dan temuan kami bisa jadi membantu para dokter untuk mengetahui siapa saja yang paling berisiko mengalami penyakit jantung,” kata Dr. Lu Qi, salah satu peneliti dari Harvard School of Public Health, dikutip dari CBS.

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti mengumpulkan data 89.500 orang dewasa Amerika Serikat yang berusia antara 30 hingga 75. Faktor yang mempengaruhi penyakit jantung juga dilihat, antara lain pola makan, usia, indeks massa tubuh, gender, ras, perokok atau tidak, status menopause serta rekam medisnya.

Hal tersebut untuk melihat bagaimana tipe darah bisa mempengaruhi risiko penyakit jantung. Hasilnya diketahui, seseorang yang memiliki tipe darah AB, presentase terkena penyakit jantugnya sebesar 23 persen. Sementara tipe darah B, sebesar 11 persen.

Diikuti oleh orang dengan tipe darah A, yang presentase risiko penyakit jantungnya hanya 5 persen. Lalu bagi pemilik tipe darah O, presentase risikonya kurang dari 5 persen. Penelitian ini baru diketahu dan langsun dipublikasikan dalam Journal AHA, Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology

“Senang mengetahui kalau tipe darah bisa juga digunakan seperti mengetahui kadar kolesterol dan tekanan darah. Jika Anda tahu memiliki risiko tinggi maka pencegahan bisa dilakukan sejak awal,” kata Dr. Qi.(iyg)

Newer: Older:

comments powered by Disqus