December 18th, 2012 by LintasCafe

Konferensi Pendidik Nasional 2012, Bangun Semangat Kewirausahaan

“Konferensi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya semangat kewirausahaan yang harus ditanamkan ke tiap siswa melalui kurikulum pendidikan. Berbagai materi kewirausahaan dibahas dari berbagai perspektif oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya,”

wirausaha

wirausaha

LintasCafe - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wirausahawan di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 1,56% dari jumlah populasi yang ada. Faktanya, berdasarkan teori David McLelland, seorang Sosiolog Pembangunan, sebuah negara dapat dikatakan makmur bila 2% dari jumlah populasinya merupakan wirausahawan. Wirausahawan merupakan sebuah elemen penting dalam pembangunan bangsa, diantaranya untuk menciptakan kesempatan kerja dalam skala besar, mengurangi angka pengangguran yang berujung pada tingkat kriminal, meningkatkan pembangunan ekonomi yang merata, mengurangi konsentrasi kekuasaan ekonomi, dan turut membangun Indonesia secara keseluruhan.

Rendahnya jumlah wirausahawan di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor. Head of Human Development Unit of World Bank, Mae Chu Chang menuturkan bahwa pendidikan di Indonesia ditargetkan pada “normalisasi” atau kesetaraan, dan jarang mendorong siswa dalam mengembangkan potensi mereka. Selain itu, semangat kewirausahaan di Indonesia menghadapi tantangan dalam pendidikan, dimana pendidikan di Indonesia cenderung mencegah siswa untuk berani dalam mengambil risiko, tidak mentolerir kegagalan, pilihan spesialisasi yang terbatas, dan keuntungan dari menjadi seorang wiraswasta tidak dikenal oleh para siswa.

Untuk mengidentifikasi tantangan yang berkaitan dengan pembinaan kewirausahaan di sekolah-sekolah Indonesia, Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan melalui Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) mengembangkan sebuah buku panduan tentang pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di sekolah dasar dan menengah. Puskurbuk mengindentifikasikan beberapa karakteristik atau ciri-ciri terkait dengan semangat kewirausahaan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Pendidikan karakter telah ada di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu dan pendidikan kewirausahaan harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan karakter pendidikan (Pendidikan Karakter) yang berfokus pada sifat-sifat kewirausahaan. Oleh karena itu, Kemendikbud berusaha untuk memasukkan tema-tema dengan mempromosikan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, perhitungan resiko, ketergantungan diri, antara lain karakteristik yang terkait dengan jiwa kewirausahaan.

Prof. Dr Paulina Pannen selaku Dekan Sampoerna School of Education (SSE) menyambut baik kehadiran buku panduan tentang pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di sekolah dasar dan menengah tersebut. “Saya mengamati bahwa materi kewirausahaan sangat penting untuk ditanamkan dalam pendidikan di Indonesia. SSE sebagai salah satu sekolah pembentuk anak bangsa menyambut baik kehadiran buku panduan kewirausahaan dalam kurikulum pendidikan,” ujarnya.

Sebagai sebuah bentuk pembangunan semangat kewirausahaan, sebuah konferensi dan workshop bertajuk “Membangun Semangat Kewirausahaan di Indonesia” diadakan di Jakarta pada tanggal 11-12 Desember 2012. Konferensi yang ditujukan kepada para guru dan tenaga pendidik ini diisi oleh pembicara nasional dan internasional, antara lain: Dr. Hamid Muhammad (Direktorat Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional), Lendo Novo (School of Universe),Dr. Ir. Illah Sailah (DIKTI), Agni Kristia (Mercy Corps), dan Lay Cheng Tan (UNESCO Bangkok).

“Konferensi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya semangat kewirausahaan yang harus ditanamkan ke tiap siswa melalui kurikulum pendidikan. Berbagai materi kewirausahaan dibahas dari berbagai perspektif oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya,” kata Sandiaga Uno, founder Mien R. Uno Foundation. “Kontribusi dari para partisipan merupakan sebuah langkah positif bagi masa depan anak bangsa,” tambahnya.

Newer: Older:

Forum LintasCafe

Live information from Forum LintasCafe

Pak Presiden, Banyak Orang Bersih Kenapa Harus Ngotot yang 'Kotor'? Thursday, 23 October 2014, 1:31 am

Pak Presiden, Banyak Orang Bersih Kenapa Harus Ngotot yang 'Kotor'?[html]"Stok orang baik di negeri ini yang punya kompetensi, ...

Source: Forum LintasCafe Forum LintasCafe |

Pak Presiden, Banyak Orang Bersih Kenapa Harus Ngotot yang 'Kotor'? Thursday, 23 October 2014, 12:31 am

Pak Presiden, Banyak Orang Bersih Kenapa Harus Ngotot yang 'Kotor'?[html]"Stok orang baik di negeri ini yang punya kompetensi, ...

Source: Forum LintasCafe Forum LintasCafe |

2 Korban Tabrakan KA di Cirebon Anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok Wednesday, 22 October 2014, 11:35 pm

2 Korban Tabrakan KA di Cirebon Anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok[html]Dua orang polisi tewas dalam kecelakaan maut antara mobil Suzuki APV dengan Kereta Api Ciremai Express di Cirebon, Jawa Bara. […]

Source: Forum LintasCafe Forum LintasCafe |

Kisah Historis Wakaf 1.500 Riyal untuk Jamaah Haji Asal Aceh Wednesday, 22 October 2014, 11:16 pm

Kisah Historis Wakaf 1.500 Riyal untuk Jamaah Haji Asal AcehJamaah haji asal Aceh mendapatkan wakaf 1.500 riyal (sekitar Rp 4,8 juta) dari pihak Arab Saudi. Pemberian wakaf ini ternyata punya kisah hi. […]

Source: Forum LintasCafe Forum LintasCafe |

DPRD Riau Anggarkan Rp 4,9 Miliar untuk Pembelian Mobil Dinas Wednesday, 22 October 2014, 11:01 pm

DPRD Riau Anggarkan Rp 4,9 Miliar untuk Pembelian Mobil Dinas[html]Anggaran mobil dinas Rp 4,9 miliar untuk DPRD Riau menuai protes. Namun, Ketua DPRD Suparman sendiri berdalih nilai tersebut tidak me. […]

Source: Forum LintasCafe Forum LintasCafe |


comments powered by Disqus